VIVAnews - Sebentar lagi Liverpool akan mendapatkan tambahan striker baru untuk memperkuat daya gedor mereka. The Reds telah mencapai kata sepakat dengan Ajax menyangkut transfer Luis Suarez ke Anfield.
Transfer akan komplit begitu sang pemain lolos tes kesehatan. Nilai transfer dipercaya mencapai US$36
juta atau sekitar Rp324,7 miliar.
Saat ini Liverpool telah diizinkan Ajax untuk melakukan negosiasi dengan Suarez menyangkut masalah gaji.
Ajax menyebutkan proposal mereka kepada Liverpool untuk pembelian striker yang sudah mencetak 81 gol dari 108 penampilan plus 16 gol dari 38 laga bersama Uruguay adalah pantas.
sumber : http://bola.vivanews.com
Selengkapnya...

Pelatih timnas, Alfred Riedl, akan menurunkan Yongki Aribowo saat menghadapi Turkmenistan di Pra Olimpiade, 23 Februari 2011 mendatang. Yongki dipasang setelah dipastikan kondisi cedera lutut striker timnas itu semakin membaik.
"Dia baik-baik saja. Perkembangannya bagus. Dia sudah ikut berlatih. Kami (pelatih) akan merawat
dia. Dipastikan, dia akan segera ikut bermain," jelas Riedl.
Hingga latihan sore kemarin di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Yongki masih melakukan latihan terpisah dari seleksi timnas Indonesia Pra-Olimpiade. Yongki masih dalam proses pemulihan usai menjalani operasi lutut kiri.
Cedera ini didapat Yongki setelah membela timnas Indonesia melawan Malaysia di final pertama Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Akibat cedera tersebut, Yongki terpaksa menjalani operasi, dan terus menjalani perawatan bersama timnas.
Yongki merupakan salah satu pemain Timnas Pra-Olimpiade yang mendapat tempat spesial dari pelatih Alfred Riedl dan kemungkinan besar akan menjadi andalan saat melawan Turkmenistan.
Mantan pemain Persik Kediri ini, mengaku kondisi lututnya sudah semakin membaik dan optimistis bisa bermain melawan Turkmenistan.
"Sekarang sudah 70 persen dan semakin membaik. Saya sudah tidak merasakan sakit saat melakukan sprint dan menendang. Mudah-mudahan saya bisa cepat latihan sepenuhnya dan main di Pra-Olimpiade," ujar Yongki.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Persiapan laga home jelang laga AFC di Stadion Mandala terus dalam pengerjaan. Setelah awal musim lalu kursi fiber mulai dipasang di tribun VIP, progress selanjutnya adalah pemasangan Giant Screen atau layar raksasa di sisi selatan stadion. Rencananya, pemasangan ini akan dikebut mengingat dalam waktu dekat tim survey AFC akan datang dan melakukan evaluasi terhadap fasilitas
dan kelengkapan stadion.
"Giant Screen-nya saat ini masih dalam perjalanan. Mudah-mudahan setelah datang bisa dipasang", ujar Kabid Cipta Karya dan Air Bersih Dinas PU Provinsi, Adelison Sinaga. Giant Screen milik Pemprov ini sedikit berbeda dengan yang sudah dipasang di stadion-stadion lain termasuk di Jakabaring, Palembang.
"Bisa dibilang Giant Screen yang akan dipasang nanti lebih besar dan lebih canggih. Panjangnya saja hampir 15 meter dan di dalamnya ada AC (Air Conditioner)", beber Adelison.
Harga untuk 1 unit Giant Screen buatan Jepang ini juga cukup fantastis. Ya, Pemprov menurut Adelison menghabiskan anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk 1 unitnya. Saat ini, menurutnya, pondasi untuk pemasangan Giant Screen sudah dibuat dan sengaja dipasang di tempat yang tidak menghadap matahari.
"Pak Gubernur memang meminta agar posisinya tidak menghadap matahari karena nantinya akan dilihat oleh masyarakat yang berada di pinggir atau lereng, bahkan yang berada di sekitar Gereja Rehobot", tambahnya.
Selain kebut mendatangkan TV layar lebar ini, PU selaku pengembang stadion juga dalam waktu dekat akan mendatangkan kursi single sheet yang akan dipasang di tribun Liverpool. "Mudah-mudahan Februari semua sudah terpasang sebelum digelarnya AFC, dan karena harga semua fasilitas ini sangat mahal, kami harap masyarakat juga bisa sama-sama menjaga", tambahnya.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Empat pemain muda dari Indonesia Football Academy (IFA) berkesempatan untuk magang di klub Divisi Satu Liga Inggris (Championship Division), Leicester City.
Keempat pemain tersebut adalah Yogi Rahardian (gelandang), Rico Andrianto (bek), Maldini Pali (winger), dan Moch Fahmi Al Ayyubi (striker).
Mereka akan magang di Leicester Reserve Academy yang dianggap merupakan akademi kelas satu di pentas sepakbola Inggris.
"Kami mendapatkan keempat pemain ini dari proses seleksi yang ketat dan mereka akan bermain di Akademi Reserve Leicester. Saya sudah berbicara dengan (Direktur Akademi Leicester) John Rutkins untuk memberi mereka kesempatan bermain," ujar Presiden Direktur IFA, Iman Arif, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 28 Januari 2011.
"Mereka rencananya akan berangkat antara 12 Februari hingga 15 Februari, tergantung visa dan perizinan. Hingga kapan mereka akan berada di sana? Kalau mereka bisa bertahan, maka mereka ada di Inggris hingga kompetisi selesai pada Mei 2011," lanjut Iman.
"Setelah akhir kompetisi akan ada evaluasi apakah mereka bisa masuk tim cadangan Leicester atau tidak. Mudah-mudahan mereka bisa masuk akademi tim utama," kata pria yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional PSSI ini.
Pengiriman keempat pemain IFA ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan Leicester. Maklum, Iman Arif memiliki saham 20 persen di klub yang dilatih Sven Goran Eriksson tersebut.
"Pengiriman empat pemain ini kalau secara legal bisa dibilang sebagai student exchange. Kalau mereka tidak lolos, maka kami akan mengirim pemain lainnya," Iman menambahkan.
Sementara itu, Pelatih Kepala IFA, Kevin Kent, mengaku yakin Yogi, Rico, Maldini dan Fahmi bisa bersaing saat menjalani magang di Leicester. Sayangnya, keempat pemain tersebut masih mengalami masalah dalam penguasaan Bahasa Inggris sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran komunikasi mereka selama magang di sana.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Badan Tim Nasional (BTN) memberi tenggat waktu (deadline) kepada Oktovianus Maniani untuk kembali ke tim nasional Indonesia Pra Olimpiade. Jika tidak, Okto akan dicoret dari tim Pra Olimpiade.
Okto yang meninggalkan pemusatan latihan (TC) timnas U-23 untuk memperkuat klubnya Sriwijaya FC diberi deadline hingga 30 Januari 2011. Hal ini
diungkapkan Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif di Jakarta, Jumat 28 Januari 2011 sore.
Iman menegaskan bahwa 30 Januari merupakan hari terakhir seleksi. Saat itu, juga deadline bagi BTN untuk menyerahkan ke-18 nama pemain yang akan menghadapi Turkmenistan di laga Pra Olimpiade, 23 Februari 2011. Iman mengaku BTN mengambil keputusan ini setelah melakukan konsultasi dengan pelatih Alfred Riedl.
"Intinya, saya bilang ke Okto seleksi kan berjalan hingga tanggal 30 Januari. Nanti hasil finalisasi seleksi akan kami kirim ke Komite Olimpiade. Jadi saya tadi putuskan bersama pelatih (Alfred Riedl), kalau Okto tidak kembali tanggal 30, maka dia tidak masuk Timnas untuk pertandingan Pra-Olimpiade (lawan Turkmenistan)," ujar Iman.
Okto memutuskan untuk meninggalkan seleksi guna membela Sriwijaya FC melawan Persipura Jayapura, (30 Januari) dan Persiwa Wamena (2 Februari) pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL). Namun, Iman mengaku Okto minta izin kepadanya untuk bermain satu laga melawan Persipura.
"Jadi, semalam Okto telepon saya dan dia minta izin untuk bermain satu pertandingan melawan Persipura tanggal 30. Saya bilang akan saya pertimbangkan karena saya tidak bisa memutuskan sekarang. Saya harus diskusikan dengan pelatih Riedl," lanjut Iman.
"Setelah berdiskusi dengan dia, kita putuskan karena seleksi selesai dan harus memberi laporan ke Komite Olimpiade tanggal 30. Jadi, itulah laporan pemain-pemain yang akan kami bawa."
"Kalau tanggal 30 dia tidak ada di sini, ya kami akan coret. Saya belum tahu apakah Okto akan menepati janjinya datang tanggal 30. Itu bergantung klub dan Okto. Tapi, kemungkinan terburuk Okto tidak bisa hadir, semua bergantung pelatih untuk menentukan penggantinya," tambah Iman.
sumber : http://12paz.blogspot.com]
Selengkapnya...

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Ferreira Tiago tak heran jika pemain asuhannya Boaz Solossa diminati klub Eropa.
Menurut Jacksen, Boaz adalah pemain menonjol di pentas sepakbola Indonesia dalam lima tahun terakhir. Bahkan, tidak ada yang mampu menyaingi kemampuan pemain 24 tahun ini sebagai striker,
sekalipun itu pemain naturalisasi.
"Kalau mengukur kemampuan Boaz di pentas sepakbola nasional, saya rasa tidak ada pemain dengan posisi striker yang lebih menonjol darinya. Ia memiliki syarat-syarat sebagai penyerang," ungkap Jacksen, Jumat 28 Januari.
Sehingga, sambung Jacksen, dirinya tidak terkejut dengan adanya rencana penawaran dari klub Eropa. Klub yang dikabarkan tertarik dengan adik kandung Ortizan Solossa ini yakni klub liga utama Belanda (Eredivisie), VVV Venlo.
"Jika kita semua jujur, Boaz lah saat ini yang terbaik di Indonesia. Ia benar-benar memiliki talenta tinggi, dan wajar bila ada klub Belanda yang tertarik," ucapnya.
Menurut Jacksen, kelebihan pemain asuhannya itu adalah soal kecepatan, skill individu, kemampuan kaki kanan dan kiri sama-sama mematikan. Boaz punya tendangan akurat, naluri gol sangat tinggi, serta stamina yang prima dalam menaklukkan pemain belakang lawan.
Itu dibuktikan Boaz saat mencetak satu-satunya gol Indonesia ke gawang Uruguay dalam laga ujicoba beberapa waktu lalu. Bahkan, Boaz mencetak gol pembuka laga yang berakhir 7-1 untuk Uruguay itu.
"Boaz benar-benar memiliki segalanya yang dibutuhkan di kompetisi level Eropa," tandasnya.
Menurut Jacksen, jika Boaz benar-benar dipinang klub Belanda, itu merupakan langkah awal baginya untuk meretas karier di klub-klub Eropa lainnya.
"Saya kira Boaz bisa menorehkan sejarah. Pemain Indonesia asal Papua yang bermain di klub Eropa," imbuhnya.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

PSSI memastikan bahwa Persib tetap berkiprah di kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan tidak menyeberang ke Liga Primer Indonesia. PSSI juga mengecam tindakan Arifin Panigoro yang dituding mengganggu stabilitas ISL.
Melalui website resminya, PSSI menilai keberadaan LPI telah menimbulkan keresahan pada komponen
sepakbola. "Unsur-unsur dari Liga Primer terus melakukan "gerilya" dengan merlakukan pendekatan dengan berbagai cara pada elemen-elemen kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) atau Divisi Utama, khususnya pemain dan pelatih," tulis PSSI, Kamis (27/1/2011).
Ada beberapa klub yang menurut PSSI telah didekati LPI. Misalnya Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Tidak hanya klub, LPI juga dituding melakukan pendekatan tidak fair terhadap pemain dan pelatih ISL. "Beberapa klub bahkan sempat diklaim akan segera bergabung dengan klub-klub dari LPI yang mayoritas didanai oleh Arifin Panigoro itu," lansir PSSI.
Khusus terhadap Persib, PSSI menilai Arifin Panigoro telah melakukan intervensi terhadap para pejabat tinggi Jawa Barat. "Gerakan Arifin Panigoro di Bandung tentu saja mendatangkan cibiran dari staleholder Persib lainnya, termasuk manajer Persib, Umuh Muchtar. Dia memastikan bahwa Persib Bandung akan tetap berkiprah di LSI, sebagai satu-satunya kompetisi sepakbola yang diakui oleh PSSI," lansir PSSI.
Sekadar diketahui, Persib memang mempertimbangkan untuk mundur dari ISL dan bergabung ke LPI. Wacana ini bermula dari seringnya Persib dicurangi wasit. Puncaknya ketika pertandingan Persib menjamu Arema. Pertandingan saat itu sempat menimbulkan kerusuhan. Suporter Persib sendiri secara serempak menyanyikan tuntutan agar Persib pindah ke LPI. "Pindah, pindah, pindah LPI. Pindah LPI sekarang juga," demikian nyanyian para bobotoh.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Semen Padang mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang setelah berhasil menundukkan Persisam Samarinda di Stadion Haji Agus Salim, Kamis 27 Januari 2011.
SP menaklukkan Persisam 3-1. Pasukan Kabau Sirah sudah unggul 2-0 di babak I.
Kemenangan SP sudah terlihat sejak pertandingan babak pertama dimulai. Sejumlah peluang berhasil diciptakan anak-anak SP, di antaranya lewat kaki Saktiawan Sinaga. Gagal memanfaatkan dua peluang di menit awal, Saktiawan akhirnya berhasil menjebol gawang Persisam yang dikawal Wawan Hendrawan di menit 22.
Sontekan kaki kiri Sakti di dalam kotak penalti lawan berhasil membuat ’Kabau Sirah’ unggul atas tamunya 1-0. gol ini lahir akibat kesalahan pemain belakang Persisam saat menghalau bola. Bola yang dihalau Tsimi Jacques Joel jatuh di kaki Edward Wilson Junior yang dengan mudah mengarahkan bola ke Saktiawan yang berdiri bebas.
Gol SP diwarnai aksi protes anak-anak Persisam. Protes dilancarkan Persisam karena menganggap gol Sakti berbau offside.
Unggul 1-0, anak-anak SP terus melakukan serangan. Pada injury time babak pertama, Esteban Viscara kembali merobek jala Persisam.
Sontekan Viscara berawal tendangan bebas yang tidak berhasil diamankan penjaga gawang Persisam. Bola liar berhasil dieksekusi Viscara menjadi gol, dan SP unggul 2-0 hingga turun minum.
Di babak kedua, SP menambah keunggulan lewat sontekan Edward Wilson Junior pada menit 71. Gol Edu tercipta lewat solo run Dedi Hartono dari sayap kanan yang lepas dari jebakan offside anak-anak Persisam.
Umpan tarik yang dilesakkan Dedi dari sayap kanan berhasil disambut sontekan Viscara yang berhasil ditepis penjaga gawang Persisam. Bola muntah disambut Edu dengan sontekan ringan yang memperbesar keunggulan SP.
Persisam berhasil memperkecil kekalahan lewat gol cantik Pavel Solomin di menit ke-85. Menerima umpan terobosan dari lapangan tengah, Solomin dengan tenang mengecoh penjga gawang SP, Jandia Eka Putra meskipun ditempel ketat Hengki Ardiles.
Keunggulan 3-1 Semen Padang bertahan sampai akhir pertandingan.
Kemenangan ini membuat SP semakin menempel ketat puncak klasemen sementara ISL, Persipura Jayapura dengan selisih 2 poin. SP mengoleksi 24 poin dari 11 laga yang dilakoninya.
SP juga memperlebar jarak perolehan poin dengan peringkat 3 Arema FC dengan selisih 4 poin. Sedangkan Persisam masih terpaku di papan bawah dengan 10 poin dari 9 laga.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Manajer Persib Umuh Muchtar mencekal salah satu petinggi Viking (salah satu organisasi bobotoh) yang dinilai tidak bertanggungjawab atas kerusuhan yang terjadi di stadion Siliwangi saat menjamu Arema Indonesia, Minggu (23/1/2011). Umuh menyatakan, tidak ada itikad baik dari petinggi Viking tersebut untuk meminta maaf atau bertanggungjawab atas kerusuhan.
Pasalnya, kata Umuh, banyak oknum bobotoh yang kebanyakan dari Viking merusak fasilitas yang ada di stadion Siliwangi. Parahnya, Umuh secara pribadi yang akhirnya harus mengganti semua kerusakan tersebut.
“Yang saya tahu, kalau suporter ribut itu pasti ada yang memerintahkan. Terus, sebagai pemimpin, kemana dia, sama sekali tidak muncul. Saya telpon, saya SMS tidak menjawab. Mau lari dari tanggungjawab?,” tegas Umuh, Kamis (27/1/2011).
Bahkan, kata Umuh, saat Viking Fans Shop diserang oknum polisi dan membuat beberapa anggota Viking terluka usai laga, petinggi Viking tersebut tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Umuh menilai, petinggi tersebut tidak bertanggungjawab dan membela anak buahnya.
“Jadi, saya cekal dia tidak boleh lagi datang ke stadion saat kita main di kandang. Apalagi kalau nanti pihak kepolisian memberi izin laga dengan bobotoh, saya akan meminta panpel mengusirnya kalau dia tidak mau bertanggungjawab,” tegas Umuh.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...

Kabar ketertarikan klub Belanda, VVV Venlo terhadap Boaz Solossa bukan kabar angin belaka. Boaz memang dilirik oleh klub peserta Eredivisie itu.
Penegasan ketertarikan Venlo terhadap penyerang berusia 24 tahun itu diutarakan langsung oleh kakak kandung Boaz, Ortizan Solossa. Tanda-tanda ketertarikan Venlo terhadap BVaoz disampaikan oleh salah seorang agen pemain asal Belanda, Ruud
Voll yang berbicara langsung dengan Ortizan.
"Saat tim berada di Makassar, saya sempat didatangi Rudy (sapaan Ruud Voll). Ia bilang Venlo berminat untuk memboyong Boaz," cerita Ortizan saat dihubungi , Kamis (27/1) sore. "Namun, Rudy belum langsung menghubungi Boaz. Ia (Boaz) hanya tahu berita ini dari saya." tambah Ortizan.
Bermain di kompetisi sekelas Eredivisie tentu merupakan pengalaman berharga bagi Boaz. Tapi, untuk memutuskan meninggalkan Persipura, Boaz harus mempertimbangkan banyak hal. "Sangat bagus bagi karier Boaz kalau bisa bermain di Belanda. Ia khan masih muda dan terus berkembang. Tapi ada beberapa alasan yang membuatnya untuk berpikir guna menerima tawaran itu." jelas Ortizan.
Kendala yang menghambat Boaz untuk meninggalkan tanah Papua tentu masalah keluarga. "Itu memang salah satu masalah. Namun, ada yang lebih penting lagi. Saat ini ia dipercaya oleh rakyat Papua untuk menjadi kapten Persipura. Ia harus membawa Persipura juara Liga Super Indonesia tahun ini," ucap pemain berusia 33 tahun itu.
Penampilan Boaz di LSI tentu menjadi patokan bagi Venlo untuk merekrutnya. Hingga pertandingan ke-10, Boaz bertengger di puncak pencetak gol terbanyak dengan 14 gol. Sementara Persipura juga kokoh di puncak klasemen sementara ISL.
sumber : http://12paz.blogspot.com
Selengkapnya...