Kamis, 30 September 2010

Tiga Pemain Keturunan Bela Timnas vs Uruguay

Bookmark and Share

Tiga pemain asal Belanda keturunan Indonesia akan menjadi bintang tamu ketika Timnas Indonesia menjamu Uruguay, (8/10) mendatang. Johny Rudolf van Beukering, Rafael Guilermo Eduardo Martimo, dan Jefrry de Visher akan merumput bersama tim Merah-Putih.

“Menurut regulasi FIFA, pemain yang membela



timnas dalam even internasional harus jelas statusnya. Namun, di sini belum jelas even internasional seperti apa, resmi atau persahabatan. Atau malah kedua-duanya. Namun, kami telah menghubungi FIFA dan mereka setuju kalau empat pemain itu dapat menjadi bintang tamu kontra Uruguay,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, dalam jumpa pers, di Kantor PSSI, Jakarta, Kamis (30/9).

“Status mereka bintang tamu. Belum menjadi pemain naturalisai. Kami juga telah meminta izin kepada KNVB, menjadikan beberapa pemain asal Belanda itu bintang tamu,” tambah Besoes.

Menyoal naturalisasi, Besoes menuturkan, sangat susah melakukan hal itu. Undang-undang yang berlaku di Indonesia cukup rumit. “Syaratnya, minimal 5 tahun secara berturut-turut atau setidaknya 10 tahun tidak berturut-turut tinggal di Indonesia. Harus bisa bahasa Indonesia, serta menjadikan Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar dan undang-undang yang berlaku.”

“Selain itu, pemain naturalisasi harus mengajukan surat pindah kewarganegaraan ke kedutaan setempat atau langsung ke Indonesia (Kementerian Hukum dan Ham). Ada satu celah dalam undang-undang, yaitu seseorang dapat menjadi warga negara karena kepentingan negara,” pungkas Besoes.

Sementara itu, Ketua badan Tim Nasional, Iman Arif menuturkan, pemilihan peman asing dilakukan untuk mengisi posisi kosong yang ada di skuad timnas. Selain itu, diharapkan dapat memotivasi pemain lokal untuk bersaing memperebutkan posisi yang diinginkan.

“Alfred (Pelatih timnas, Alfred Riedl), mengatakan kedatangan pemain keturunan secara psikologis dapat membuat pemain lokal timnas bersaing dan berkompetitif dalam memperebutkan tempat. Saya rasa efeknya cukup bagus,” tambah Iman.

"Rencananya ada empat pemain keturunan yang ikut merumput. Namun, Sergio van Dijk (striker Adelaide United FC) sifatnya masih tentatif. Karena, timnya bakal melakukan uji coba melawan salah satu tim Inggris di Thailand. Jadi yang ok hanya tiga yaitu: Johny Rudolf van Beukering (Klub Go Ahead Eagles), Rafael Guilermo Eduardo Martimo (Klub BIT FC, Cina), dan Jefrry de Visher (FC Emmen)," tutup Iman.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Pemesanan Tiket Ina vs Uru Mulai Besok

Bookmark and Share

Tiket untuk pertandingan bergengsi antara Indonesia vs Uruguay mulai bisa dipesan Jumat (1/10/2010) besok. Harga karcis termurah untuk laga tersebut adalah Rp 75.000, sementara paling mahal dibanderol dua juta rupiah.

Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Uruguay dalam laga persahabatan pada 8 Oktober



mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meski kapasitas stadion terbesar di di tanah air itu mencapai 90.000 lebih, namun pihak panitia cuma akan mengisi 62.200 bangku.

Seperti diungkapkan oleh Djoko Driyono, selaku ketua LOC untuk pertandingan tersebut, tiket paling murah untuk laga itu akan dilepas dengan harga Rp 75.000. Total disediakan 20.000 lembar untuk kategori ekonomi ini.

Di atasnya ada Kelas II yang dihargai Rp 150.000 dan total dicetak sebanyak 15.000 lembar. Tiket kelas ini diperuntukkan untuk kursi-kursi di belakang kedua gawang.

Sementara untuk Kelas I, yang terletak di sayap kanan dan kiri barat plus VIP Timur, penonton yang berminat menyaksikan laga dikenai harga Rp 300.000. Panitia menyediakan 23.000 lembar karcis untuk kelas ini.

Sementara untuk menyaksikan aksi Diego Forlan cs dari VIP Barat, penonton harus merogoh kocek sebesar Rp 500.000. Total ada 4.000 tiket dilepas untuk kategori ini.

Harga tiket paling mahal adalah untuk kelas VVIP. Dengan hanya ada 200 tiket disediakan, satu lembarnya dipasang dengan banderol Rp 2 juta.

Ada dua cara yang bisa ditempuh fans untuk mendapatkan tiket tersebut. Sebanyak 50% tiket bisa didapatkan melalui rajakarcis.com, sementara 50% lainnya bisa didapat pada hari H pertandingan di sekitar stadion.

"Melalui rajakarcis.com diharapkan mulai bisa online mulai Jumat (1/10/2010) besok. Kalau belum bisa, paling lambat Senin (4/10/2010) pekan depan," sahut Djoko pada wartawan di Kantor Sekretariat PSSI, Senayan, Jakarta.

Untuk laga yang akan disiarkan langsung oleh RCTI tersebut, pihak panitia telah menyiapkan wasit dan perangkat pertandingan dari Singapura.

Harga Tiket Indonesia vs Uruguay
Ekonomi: Rp 75.000 (20.000 lembar tiket)
Kelas II: Rp 150.000 (15.000 lembar tiket)
Kelas I : 300.000 (23.000 lembar tiket) sayap kiri dan kanan barat dan vip timur
VIP Barat: 500.000 (4.000 lembar tiket)
VVIP: Rp 2.000.000 (200 lembar tiket)

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

FIFA Rilis Izin Laga Indonesia Vs Uruguay

Bookmark and Share

Laga persahabatan antara tim nasional Indonesia melawan Uruguay, Jumat 8 Oktober 2010, sudah disahkan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).

"Hari ini, FIFA sudah mengeluarkan izin pertandingan melawan Uruguay pada 8 Oktober, dan melawan Maladewa pada 12 Oktober," kata Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif



dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis 30 September 2010.

Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF) memastikan bakal membawa tim intinya, termasuk striker Atletico Madrid, Diego Forlan. Selain membawa 23 pemain inti, peringkat 4 Piala DUnia 2010 ini juga akan membawa 14 ofisial.

Laga Indonesia vs Uruguay akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, laga kontra Maladewa bakal digelar di luar ibukota. Sebagai calon terkuat, Bandung kemungkinan besar bakal jadi host laga tersebut.

Mulai 1 Oktober 2010, tiket kontra Uruguay sudah bisa diperoleh lewat Rajakarcis.com serta manual pada saat hari-H. Kisaran harganya mulai dari kelas ekonomi Rp 75 ribu hingga kelas VVIP yang dijual Rp 2 juta.

"Tiket tidak semua dijual online, perbandingannya 50:50 untuk setiap kelas," kata Ketua Panitia Lokal (LOC), Joko Driyono.

Forlan cs diperkirakan datang pada Selasa, 5 Oktober 2010 dan terbagi dalam beberapa rombongan. Keesokan harinya, La Celeste akan melakukan latihan tertutup di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Sehari seusai melawan Indonesia, Uruguay langsung bertolak ke China untuk laga persahabatan berikutnya.

Sebagai wasit akan diminta bantuan dari Federasi Sepakbola Singapura. "Mereka akan mengirim wasit dan match commisioner," kata Iman lagi.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Pelita Jaya vs Persipura = 0-5 , Black Pearl Pesta Di Karawang

Bookmark and Share

Mutiara hitam berpesta di karawang sore ini . Secara superior mereka MENGHAJAR pelita jaya 0-5.
Di babak pertama, Persipura tampil menekan tuan rumah. Menit ke-14, sepakan Zah Rahan bisa ditepis kiper Ali Barkah. Selanjutnya tendangan Ian Kabes masih melenceng dari sasaran.

Tim asuhan Jacksen F Tiago membuka skor menit ke-28



melalui Boaz Solossa. Menerima umpan dari Zah Rahan, Boaz yang mendapat kawalan ketat pemain Pelita, pemain nasional Indonesia itu melepas tembakan ke tiang jauh dan menjebol gawang tuan rumah.

Sembilan menit berselang Zah Rahan menggandakan keunggulan bagi pemegang dua gelar juara Liga Indonesia itu. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilepas pemain Liberia tersebut gagal dibendung Ali Barkah.

Kerjasama Boaz-Rahmat Rivai lima menit menuju turun minum kembali mengancam gawang Pelita. Kali ini Ali Barkah berhasil menghentikan tembakan Rahmat.

Tim Mutiara Hitam memperlebar jarak menjadi 3-0 berkat gol Hamka Hamzah di menit ke-50. Umpan tendangan bebas Zah Rahan dari sisi kiri ditanduk oleh Hamka dan menjebol gawang tuan rumah.

Persipura belum puas dengan keunggulan tersebut. Satu gol sempat dibukukan Justinus Pae namun dianulir akibat offside. Sementara sepakan Rahmat Rivai masih membentur tiang.

Pelita semakin tertinggal ketika di menit ke-69 Boaz Solossa mencetak gol keduanya. Memanfaatkan kurang sempurnanya kiper Ali Barkah dalam menangkal tandukan Titus Bonay, bola liar kemudian disambar Boaz untuk menggetarkan gawang Pelita.

Lukas Mandowen menyempurnakan pesta Persipura di Karawang dengan mencetak gol kelima, tiga menit menuju bubaran. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 5-0 untuk Persipura.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Inilah Stadion Bebas Banjir di ISL 2010/2011

Bookmark and Share

Hujan menjadi ancaman baru bagi penyelenggaraan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011. Buruknya drainase sebagian besar stadion milik peserta ISL menjadi penyebab utamanya.

Laga Semen Padang vs Persipura, Senin, 26 September lalu terhenti selama hampir sejam. Pemicunya adalah kondisi lapangan yang tergenang



air akibat besarnya volume hujan yang mengguyur Padang dan sekitarnya.

Menurut CEO PT Liga Indonesia, kondisi ini juga akan mengancam 13 stadion milik peserta ISL lainnya. Buruknya drainase masing-masing stadion membuat lapangan memburuk saat curah hujan meningkat.

Meski demikian, ternyata masih ada lima stadion yang bernasib lebih baik karena memiliki drainase yang baik. Masing-masing adalah Stadion Palaran, Gelora Bung Karno (GBK), Gelora Bumi Kartini, Jakabaring, dan Mandala.

Berikut Profil Singkat Kelima Stadion Tersebut

Stadion Gelora Bumi Kartini (Jepara)
Stadion ini merupakan stadion multi-fungsi yang terletak di Jepara, Jawa Tengah. Stadion dengan kapasitas 20 ribu penonton ini merupakan markas dari Persijap Jepara sejak 2008 lalu.

Sebelumnya Laskar Kalinyamat menggunakan Stadion Kamal Djunaedi. Namun untuk memenuhi standar ISL, maka Persijap pun memilih pindah ke stadion yang dibangun dengan biaya Rp12 Miliar ini.

Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta)
Stadion ini adalah yang termegah di Indonesia. Dibangun pada pertengahan 1958 menggunakan kredit lunak dari Unisoviet, SUGBK telah digunakan saat Asian Games 1962 dan Ganefo 1963.

Di masa orde baru, stadion ini sempat berubah nama menjadi Stadion Utama Senayan. Namun pada era reformasi, namanya dikembalikan ke nama aslinya melalui Surat Keputusan Presiden No.7/2001.

Stadion ini merupakan salah satu stadion terbesar yang ada di dunia. Awalnya stadion yang berada di kawasan Senayan, Jakarta Pusat ini mampu menampung hingga 100 ribu penonton.

Renovasi kemudian dilakukan jelang Piala Asia 2007. Saat ini stadion hanya mampu menampung sekitar 88 ribu penonton saja.

SUGBK merupakan markas Persija Jakarta sejak pertama kali tampil di ISL dua tahun lalu. Sebelumnya Macan Kemayoran menggunakan Stadion Lebak Bulus yang hanya memiliki kapasitas 12 ribu penonton.

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang)
Stadion Gelora Sriwijaya merupakan stadion multifungsi terbesar ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Palaran. Stadion ini berada di kota Palembang, Sumatera Selatan.

Stadion yang dikenal dengan nama Stadion Jakabaring ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik yang bertaraf internasional. Dibangun untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 2004 lalu.

Stadion dengan luas lahan sekitar 40 hektar ini mampu menampung hingga 36.000 - 40.000 orang dengan 4 tribun bertingkat yang mengelilingi lapangan (A, B, C dan D) . Tribun utama di sisi barat dan timur (A dan B) dilindungi atap dan ditopang 2 pelengkung (arch) baja berukuran raksasa.

Bentuk atap stadion merupakan simbol kejayaan kerajaan Sriwijaya di bidang maritim yang dilambangkan oleh bentuk perahu dengan layar terkembang. Stadion ini dibangun 23 Januari 2001 lalu.

Stadion Jakabaring merupakan markas Sriwijaya FC. Rekor penonton terbanyak di stadion ini tercipta saat Laskar Wong Kito menjamu Persija Jakarta pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009 lalu.

Jumlahnya melebihi penonton yang hadir pada pembukaan PON 2004.

Stadion Palaran (Samarinda)
Stadion yang berada di Kalimantan Timur ini merupakan stadion terbesar kedua yang ada di Indonesia. Dibangun jelang PON XVII 2008 lalu, stadion berkapasitas 60 ribu penonton ini menjadi markas Persisam Samarinda.

Stadion ini digunakan sebagai venue bagi pembukaan dan penutupan PON XVII 2008. Selain itu stadion ini juga ditunjuk oleh PSSI menggelar babak final dan 8 besar Divisi Utama Liga Indonesia 2008.

Stadion Mandala (Papua)
Stadion ini merupakan markas Persipura Jayapura. Stadion yang berada di Jayapura ini baru saja direnovasi untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

Renovasi stadion kabarnya menelan dana hingga 27 milliar. Perwakilan AFC telah meninjau stadion ini pada 8 Januari 2010 lalu.

Awalnya stadion Mandala memiliki kapasitas 30.000 tempat duduk. Setelah renovasi, kapasitas ditingkatkan menjadi menjadi 50.000 tempat duduk dan berpeluang menjadi stadion terbesar di kawasan Timur Indonesia.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Budi Sudarssono Kembali Dipanggil Timnas

Bookmark and Share

Penampilan gemilang striker Budi Sudarsono dalam beberapa laga terakhir bersama Sriwijaya FC membuatnya dipanggil mengikuti training center timnas Piala AFF 2010 di Jakarta, 3-17 Oktober 2010.

Selain itu, Budi memiliki andil besar pada dua gelar yang berhasil diraih Sriwijaya FC di awal musim,



yakni Inter Island Cup 2010 dan Community Shield melawan Arema Indonesia, (25/9).

Salah satu penampilan terbaik Si Ular Piton, saat mencetak tiga gol ke gawang Persib di babak penyisihan grup Inter Island Cup 2010 sehingga meloloskan SFC ke final karena akhirnya menang 6-0.

Direktur Teknik SFC Hendri Zainuddin yang dihubungi GOAL.com Indonesia dari Palembang, Rabu (29/9), mengatakan pemanggilan Budi itu sudah diprediksi oleh manajemen klub.

"Kami telah memprediksi Budi akan dipanggil timnas, karena tentunya pelatih timnas yang baru melakukan pemantauan terhadap pemain di luar pelatnas," ujarnya.

Hendri menerangkan, manajemen SFC menerima surat resmi pemanggilan Budi itu pada Selasa (28/9), sehingga ada enam pemain SFC yang bergabung dalam "training center" timnas persiapan Piala Asia Football Confederation (AFF) 2010 itu.

Pemain lainnya, Ferry Rotinsulu (penjaga gawang), Oktavianus Maniani (gelandang serang), Firman Utina (gelandang serang), M Ridwan (pemain belakang), Arif Suyono (gelandang sayap).

Hendri menyatakan, hal itu menjadi kebanggaan SFC karena dapat mendelegasikan perwakilan di timnas.

"Memang di satu sisi klub akan rugi, karena para pemain yang dipanggil tidak dapat memperkuat tim dalam beberapa laga. Tapi, membela negara adalah kewajiban setiap warga negara, dan SFC akan memberikan dukungan kepada pemain yang terpanggil," tutup dia.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Rabu, 29 September 2010

Indonesia Urutan 3 Suporter Paling Fanatik Di Dunia

Bookmark and Share

BANYAK yang bilang kalau supporter adalah pemain ke-12 dalam suatu tim Sepak bola. Hal ini memang bukan tanpa alasan, karena supporter adalah elemen yang selalu memberikan suntikan semangat dan motivasi bagi para pemain yang sedang berlaga. Oleh karena itu, maka tak heran jika kemenangan suatu tim biasanya lebih banyak diraih di kandang sendiri.



Para supporter sepak bola itu sangat total dalam mendukung tim kesayangan mereka, bahkan tak jarang ada yang sampai mau berkorban nyawa hanya untuk mendukung tim kesayanganya. Hampir semua supporter di seluruh dunia ini pasti mempunyai rasa loyal dan fanatik, tapi tahukah kamu supporter dari negara manakah yang mendapat predikat sebagai supporter sepak bola paling fanatik?

Berikut adalah daftar 10 supporter sepak bola paling fanatik di dunia versi Firma sport marketing Inggris Initiative Futures Sports+Entertainment:

1. BRAZIL

Sebelumnya Brazil menempati urutan ke-4, namun pada tahun ini Brazil merangkak naik dan menempati jawara sebagai negara dengan penonton terbanyak di dunia.

Negara yang dikenal sebagai pemasok pemain sepakbola terbesar di dunia ini adalah salah satu negara yang mempunyai supporter sepakbola yang fanatik. Sudah tak terhitung berapa nyawa yang melayang karena tawuran antar supporter di liga Brazil.

Supporter Brazil dikenal sangat loyal pada tim. rata-rata kepadatan Stadion bahkan bisa mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Sao Paolo FC.

2. JERMAN

Sebelumnya Jerman hanya menduduki posisi ke-10, namun pada tahun ini, Jerman mampu menempati posisi ke-2 setelah Brazil.

Salah satu negara dengan sepak bola yang maju ini mempunyai banyak supporter yang sangat fanatik. Banyak supporter yang rela untuk berpetualang berkeliling negara Jerman hanya untuk mengikuti tour musiman tim idola mereka.

Tingkat loyalitas mereka sangat tinggi, bahkan presentase rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 85%. Basis supporter fanatik Jerman adalah Bayern Munich dan Hertha Berlin.

3. INDONESIA

Pada posisi sebelumnya Indonesia berada di posisi ke-3, dan pada tahun ini, Indonesia tetap berada pada posisi tersebut.

Indonesia adalah salah satu negara yang paling banyak menelan korban tawuran antar supporter di liga sepakbola. Rasa fanatisme yang berlebihan ini kadang justru berdampak negatif.

Bahkan franz Beckenbauer pun sampai kaget setelah melihat video tawuran supporter Indonesia. Ia mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai supporter terloyal.

Hal itu dibuktikan dengan tingginya angka rata-rata kepadatan stadion di Indonesia yang bisa mencapai 96%. Basis supporter fanatik Indonesia adalah Persebaya, Persib, Persijap, Persipura,Persija dan Arema.

4. CINA

Siapa yang tidak kenal dengan cina, negara dengan penduduk terbanyak di Asia. Sepakbola China cukup diperhitungkan di Asia, terlebih dengan suporternya yang fanatik.

5. INGGRIS

Posisi sebelumnya Inggris berada pada posisi jawara, namun belakangan supporter Inggris mengalami stagnan, sehingga posisinya turun ke posisi 5, bukan karena fanatisme sepakbola di Inggris menurun, tapi karena ada negara-negara lain yang memiliki peningkatana fanatisme yang cukup signifikan.

Tak dapat dipungkiri lagi, Inggris lah negara dengan suporter paling fanatik di dunia. Para Supporter tak henti-hentinya menyanyikan lagu kebangsaan tim mereka sepanjang 90 menit untuk mendukung tim mereka. Bahkan di tingkat negara, Hooligan Inggris juga dikenal sebagai supporter paling fanatik.

Rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 99%. Dan basis supporter fanatik di Inggris adalah Liverpool dan Manchester United.

6. PRANCIS

Prancis menjadi juara dunia ketika menjadi tuan rumah piala dunia tahun 1998. Tak heran apabila Prancis memiliki banyak supporter di negaranya.

7. ARGENTINA

Loyalitas supporter Argentina dalam mendkung tim idola mereka memang tak perlu diragukan lagi. Para supporter sudah menganggap kemenangan tim sebagai harga mati.
Maka tak heran jika mereka selalu total dalam mendukung tim mereka untuk memperoleh kemenangan. Sama seperti Indonesia, di Argentina juga banyak terjadi perkelahian antar supporter yang menyebabkan korban jiwa.

Tingkat rata-rata kepadatan stadion bisa mencapai 97%. Basis suporter fanatiknya adalah River Plate dan Boca Junior.

8. AMERIKA SERIKAT

Pada tahun 1991, Amerika serikat berada pada posisi 23, dan pada tahun 1996 naik ke posisi 8. Bahkan pada tahun ini Amerika Serikat diprediksi akan mencapai posisi ke-5 melompati Inggris dan Prancis.

Lambat laun Piala Dunia bisa membuat orang-orang Amerika Serikat demam sepakbola, soalnya jika biasanya layar-layar lebar berisi pertandingan bisbol, kini yang diputar adalah sepakbola.

Demikian pula di kota-kota lainnya. Orang-orang Amerika mengatakan negaranya serasa berada di dunia lain selama Piala Dunia.

9. ITALIA

Di Italia, fanatisme supporter memang sangat tinggi. Supporter Italia dikenal sebagai supporter yang keras, bahkan hampir tiap klub mempunyai supporter garis keras (ULTRAS), yang biasanya selalu total dalam mendukung tim.

Rata-rata kepadatan stadion pun mencapai 93%. Basis supporter fanatiknya adalah Roma, Juventus, serta Milan dan Inter Milan.

10. MEKSIKO

Salah satu kekuatan sepakbola benua Amerika ini memang dikenal mempunyai banyak supporter fanatik. Dan salah satu yang unik dari mereka adalah, mereka selalu menampakkan identitas ke-Mexico-annya dalam mendukung tim kesayangan mereka.

Rata-rata kepadatan stadion mencapai 90%. Basis suporter fanatiknya adalah Chivas Guadalajara.(Firma sport Inggris)

sumber : http://www.persibholic.com

Selengkapnya...

Perkuat Negara di PIALA AMERIKA , Kayamba Langsung Pulang Kampung

Bookmark and Share

Penyerang Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs, langsung bertolak ke negaranya, Saint Kitss, usai memperkuat timnya melawan Deltras pada ajang Indonesia Super Leagua (ISL) 2010-2011 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (29/9/2010) sore.

"Tiket Kayamba sudah ada. Malam ini dia langsung berangkat ke Saint Kitts setelah berlaga melawan



Deltras," kata Sekretaris Tim Sriwijaya FC, M Siswandi, yang dihubungi dari Palembang.

Kayamba dipanggil memperkuat Tim Nasional Saint Kitts dan Nevis (Amerika Utara) pada babak kualifikasi Piala Amerika, 30 September-17 Oktober 2010.

Menurut dia, karena memenuhi tugas negara, maka Kayamba akan absen di laga kedua ISL melawan Persela Lamongan pada 2 Oktober 2010.

"Hal itu tidak masalah karena stok penyerang kita cukup banyak," ujar Siswandi.

Dia menambahkan, manajemen SFC tidak mempermasalahkan pemanggilan Kayamba, mengingat membela negara adalah kewajiban setiap warga negara.

"Sejak dulu kita tidak pernah menghalang-halangi pemain asing untuk memperkuat negaranya di laga internasional, begitu pula dengan pemain SFC yang memperkuat Timnas Indonesia," ujar dia.

Malahan, dia menambahkan, hal itu menjadi suatu kebanggaan bagi SFC dan bukan suatu kerugian.

"Kita bangga Kayamba masih dipercaya oleh negaranya memperkuat timnas meskipun usianya tidak muda lagi. Artinya, pelatih Ivan Kolev memang tidak salah mempertahankannya sebagai pemain musim ini," ujar dia.

Keith Kayamba Gumbs lahir di Saint Kitts, Saint Kitts dan Nevis, 11 September 1972 dan telah memperkuat timnas negaranya sebanyak 131 kali sejak pertama kali bermain pada 1989.

Ia pernah bermain untuk Newtown United, FC Twente, Oldham Athletic, Panionios, Hull City, Sturm Graz, Palmeiras, San Juan Jabloteh, Happy Valley, Sabah FA, Kitchee, dan Sriwijaya FC sejak 2007 hingga sekarang.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Persijap vs Persiba = 1-1 , Persijap Gagal 3 Poin Lagi

Bookmark and Share

Tuan rumah di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Rabu (29/9/2010) petang.Persijap gagal meraih angka penuh setelah ditahan imbang Persiba Balikpapan 1-1 pada pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Rabu (29/9/2010) petang.

Dengan hasil ini, maka Persijap baru mengumpulkan



nilai satu karena pada pertandingan sebelumnya kalah dari PSM Makassar, 0-1.

Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 7.500 penonton tersebut, kedua tim bermain terbuka dengan saling melancarkan serangan dari berbagai lini. Pada babak pertama, tim asuhan Pelatih Divaldo Alves lebih banyak menguasai pertandingan. Namun, serangan yang mereka bangun sering terbentur di kaki pemain belakang Persiba.

Sebaliknya tim asuhan Pelatih Junaidi (Persiba) lebih mengandalkan serangan balik. Begitu serangan yang dibangun Persijap gagal, pemain-pemain Persiba langsung naik ke depan dengan melakukan serangan balik.

Persijap unggul lebih dulu melalui gol Gendut Doni pada menit ke-16. Gol tersebut bermula dari umpan lambung yang dilakukan Gustavo "Guti" Riberio ke depan gawang Persiba yang dijaga kiper I Made Wirawan.

Kiper Persiba tersebut berusaha menangkap bola itu dengan melompat, tetapi tidak sampai. Sementara Gendut Doni yang berdiri di belakang kiper langsung menyontek bola itu dan masuk tanpa bisa diantisipasi pemain belakang Persiba.

Tertinggal satu gol, pemain-pemain Persiba berusaha menekan pertahanan Persijap yang dikoordinasi Evaldo Silva. Bahkan, melalui tendangan bebas yang dilakukan pemain asal Korea, Kim Young Hee, Persiba nyaris membobol gawang Persijap yang dijaga M Yasir.

Persiba berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Dwi Joko pada menit ke-30. Gol tersebut bermula dari serangan balik yang cepat dari sisi kanan pertahanan Persijap.

Dwi Joko yang membawa bola mampu melewati beberapa pemain tuan rumah. Bahkan, kiper Persijap sendiri berhasil dilewati dan hanya sekali sontekan ia berhasil membobol gawang Persijap, 1-1.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Timnas Vs Uruguay, Beukering Ingin Duel dengan Forlan

Bookmark and Share

Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia telah menetapkan lima pemain asal Belanda untuk mendapatkan naturalisasi yakni Sergio van Dick (striker) dari Adeleide United, John van Beukering (striker) dari Go Ahead Eagles, David Ririhena (belakang) dari Top Oss, Tom Hiariej dari Groningen, dan Michael Timisela dari (gelandang) VVV Venlo.




Dan paling menarik, dari kelima pemain tersebut adalah John van Beukering. Pasalnya, Beukering pernah memperkuat Vitesse Arnhem, FC Zwolle, De Graafschap dan N.E.C, sebelumnya adalah langganan timnas Belanda junior U-14, U-15, U-16, U-17 dan U-18.

Seperti dikutip dari Radio Nederland Wereldomroep, hal ini dibenarkan Van Beukering saat ia diwawancara RTV Oost, televisi regional, mengenai tawaran baru dari delegasi sepakbola Indonesia, PSSI pada 23 September lalu.

Tim BTN PSSI dikabarkan sedang di Belanda mencari bakat-bakat muda keturunan Indonesia untuk meningkatkan prestasi di SEA Games 2011. Selain itu PSSI juga sedang mencari pelatih asal Belanda.

Jhon van Beukering lahir 29 September 1983 di Velp dari orang tua Indonesia-Belanda. Saat ini ia memperkuat klub Go Ahead Eagles dari Deventer dengan posisi striker.

Namun, belum ada yang bisa memastikan apakah dengan undangan saja bisa memungkinkan pemain berpaspor Belanda tiba-tiba memperkuat timnas Indonesia. Walaupun tidak ada hambatan lagi dari FIFA, tapi masalah paspor bisa mengganjal partisipasi para pemain asing di Indonesia. Ia sedang menanti surat undangan resmi dari PSSI.

Kasus Jhon van Beukering menarik karena di Indonesia sendiri sedang ada kasus Kim Jeffrey Kurniawan, pemain warga Jerman yang sangat ingin bermain untuk Persema Malang dan akhirnya timnas Indonesia. Kalau Kim saja yang siap melepas paspor Jermannya harus menanti beberapa bulan, bagaimana mungkin Van Beukering yang masih pegang paspor Belanda bisa langsung bergabung dengan tim Merah Putih.

Rencananya, Beukering akan diundang dalam pertandingan persahabatan antara timnas melawan Uruguay pada 8 Oktober dan Honduras pada 12 Oktober. "Kemarin mereka (wakil PSSI) datang ke sini Go Ahead (stadion Go Ahead Eagles, red). Mereka bilang ingin mengajak saya bergabung tanggal 8 dan 12 Oktober.


Van Beukering menilai Uruguay dan Honduras sebagai lawan yang bagus. "Uruguay urutan empat di Piala Dunia 2010. Honduras juga bagus, kalau tidak salah. Jadi, pertandingan yang menarik.

Apalagi, ia menyebutkan sangat ingin berduel dengan Diego Forlan dan Luis Suarez.

Ia mengingat pernah dipanggil gabung dengan timnas Indonesia tahun 2009, tapi gagal. Hambatannya adalah aturan FIFA. "Saya sudah pernah memperkuat Jong Oranje. Waktu itu kalau sudah sekian banyak memperkuat kesebelasan junior satu negara, maka tidak boleh ikutan lagi negara lain. Tapi ternyata aturan itu sudah berubah. Jadi saya nantikan saja, bagaimana hasilnya.

Pada 13 Maret 2009 Jhon van Beukering juga sudah mendapat undangan dari Asosiasi Sepakbola Indonesia. Namun keinginan Van Beukering itu sempat terganjal aturan FIFA, saat itu. Aturan itu melarang pemain diatas 21 tahun untuk memperkuat negara lain (walaupun ada kaitan darah) kalau sebelumnya sudah bermain untuk satu negara. Mengingat Beukering sudah pernah main di timnas Oranje U-14, U-15, U-16, U-17 dan U-18 maka tertutup kemungkinan memperkuat timnas Indonesia. Konon aturan itu sudah diperlunak, dan sekarang FIFA tidak melarang lagi.

Van Beukering mengakui jujur tidak banyak tahu soal timnas Indonesia. "Sejujurnya, hanya sedikit. Setahu saya kebanyakan bermain di liga Indonesia sendiri. Ditambah beberapa pemain dari Belanda, atau yang pernah bermain di liga Belanda.

Jawaban senada juga dipakai soal ikatan dengan negara Indonesia. "Kakek dan nenek saya berasal dari sana. Separoh kakak ibu saya lahir di sana." Tapi ia sangat ingin merasakan bergabung dengan Indonesia.

Tapi saat ditanya soal 'rasa' Van Beukering pun harus mengaku lebih sebagai orang Belanda dari pada Indonesia. "Seumur hidup saya di sini. Tapi tentu saja saya juga ingin melihat sisi lain dari saya.

sumber : http://12paz.blogspot.com

Selengkapnya...

Template by : aldast